Archive for March, 2006

Saya Bukan Mau Ngeseks dan Saya Bukan Pelacur

Sunday, March 5th, 2006

Kemarin2 di mana2 saya dengar tentang UU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Di koran, di radio, di obrolan dengan teman – teman kantor, di TV pun juga.

Tapi saya baru benar – benar terhenyak setelah baca  koran Kompas hari Sabtu 4 Maret 2006 kemarin. Di halaman depan ada artikel yang bahas tentang Pemkot Tangerang no 8 tahun 2005 yan menurut saya sungguh ajaib.

Ok, kita cek satu persatu dulu tentang pasal – pasal yang bikin saya menahan nafas .

Pasal 4 ayat 2, isinya :

“Siapapun dilarang bermesraan , berpelukan, dan/atau berciuman yang mengarah kepada hubungan seksual di tempat umum atau di tempat2 yang kelihatan umum”.

Satu; kata siapapun itu cukup menimbulkan tanda tanya dan tanda seru yang banyak di otak saya. Siapapun berarti bisa jadi suami istri. Oh, malangnya suami istri di Indonesia (dalam hal ini khususnya Tangerang ….) yang mau mengekspresikan perasaan dengan pelukan dan ciuman saja harus lirak lirik dulu. Kuatir ada petugas tramtib.

Dua; siapa yang bisa tau pelukan dan ciuman mengarah ke hubungan seksual atau ngga, kecuali pelaku2 ciuman dan pelukan itu sendiri. Misal; saya dan suami pelukan dan ciuman, trus tau2 yang turn on, trus ngumpet ke toilet ato ekstrimnya di booth ATM…oh, itu dilarang…! Lagian ya saya ga mungkin melakukan itu…heheheheh..kurang nyali…

Atau sepasang kekasih ciuman dan pelukan…hot…. sampai yang liat pada nahan napas (dan nahan pengen…heheh)….tapi ternyata stop ….ga terus mengarah ke hubungan seksual…duduk anteng dan manis aja di tempat masing2. Nha yang ini gimana??

Tiga; di tempat yang kelihatan umum. Oooow, mungkin rumah saya terbuka…. yang model ”monggo2” aja ke siapapun tetangga, kerabat, handai taulan yang mau main…

Rumah saya konsepnya alam… ga pakai pintu atau tembok… ada saung2 nya…. bisa liat sawah… sungai…Nah, trus tiba2 saja misalnya saya kissing di salah satu saung itu…

Oh, itu ternyata salah!! Karena konsep rumah saya yang ng-Alami tadi itu bisa jadi dikategorikan tempat yang kelihatan umum…Nasib…

Sekarang, mari kita lihat pasal 4 ayat 1 yuk…

”Setiap orang yang sikap atau perilaku nya mencurigakan sehingga menimbulkan suatu anggapan bahwa ia/mereka pelacur, dilarang berada di jalan umum, lapangan, penginapan, rumah tontonan/hiburan, asrama, di sudut2 jalan dan tempat lain di daerah”

O my God…siapa yang bisa menebak seseorang adalah pelacur atau bukan?

Hanya dengan atribut make up menor, tank top dan rok mini kah?

Inget lho, perempuan bertampang keibuan, berbusana rapat tertutup pun bisa jadi dia pelacur. Atau wanita kantoran pun, bisa jadi nyambi jadi pelacur.

Siapa yang bisa menebak siapa, anyway…??

Ya sudahlah, pelacur atau  bukan itu tentang pilihan. (dan buat saya tetap tidak manusiawi ngeliat acara2 kriminalitas yang menampilkan adegan pelacur atau banci dikejar2 petugas tramtib…sampe diseret2 sampe dipukulin…bahkan saat mereka berusaha menutupi wajah dari sorot kamera, itupun dipaksa dibuka oleh petugas dengan tujuan biar mukanya jelas keliatan di TV..apa coba itu maksudnya??)

Dan lagi ya, setelah definisi pelacur yang  kurang jelas tadi….pelacur pun dilarang ada ditempat2 umum… termasuk ada kata di asrama…(ihihi..terus terang saya geli… asrama menurut pikiran saya kira2 konotasinya adalah tempat tinggal anak sekolahan/kuliahan… ya memang sih bisa jadi ada diantara mereka yang melacur mungkin..sorry kata2 ini sebenarnya saya sangat ga suka..selain kasar…ga manusiawi…dan kesannya kaya ngejudge orang banget…tapi ya sudahlah, susah lho membatasi sepak terjang manusia per manusia yang notabene terlahir dengan kelebihan otak dan akal…)

Sudahlah,

cape

ngebahas

itu semua…

Dengan segala batasan2 yang konyol itu..marilah bersama2 kita menjadi pribadi2 yang munafik…mengedepankan tampilan “depan”…”fisik”…

Kepura2 an adalah prestasi yang nomor satu kelak..siapa bisa menipu siapa…

Saya bukan orang yang bebas sebebas bebasnya…saya juga bukan orang yang  nyaman dengan segala tabloid maksiat dan acara TV mesum yang belakangan ini marak..

Saya juga orang yang sangat concern akan seks bebas dan efek negatifnya spt menyebarnya virus HIV dan STD lainnya….

Tapi saya adalah orang yang sangat menghargai kebebasan..kebebasan berekspresi dan kebebasan untuk menjadi apa adanya…

Seolah2 di negeri ini, dosa yang paling besar adalah dosa yang menyangkut syahwat saja..

Bagaimana dengan korupsi, drugs, maling, copet, orang2 yang ga sadar2 naik kereta di atap KA, buang sampah seenaknya, motor nyetir ugal2an, anak jalanan…Oh, banyak sekali hal yang masiiiiiiiih sangat layak utk lebih dipikirin..daripada mendramatisir masalah porno dan porno saja….

Menurut saya lelaki tukang kawinpun itu adalah ”porno”…karena doyanan…dan oke deh…biar ga dosa dikawinin aja deh…. tapi menurut saya tetap saja doyan kawin itu hubungannya ma syahwat aja…titik.

Ya sudah lah….Perda itu mungkin akan membuat saya lebih awas…

Setidaknya untuk sementara ini saya tidak akan memilih tempat tinggal di wilayah Tangerang….:(